Kajian Lahan Terkontaminasi dan Dampak Kontaminasi Lingkungan dari Sumur Tua Wonocolo [Kerjasama dengan PT Pertamina Asset 4 Field Cepu]

Wonocolo – Proses penambangan minyak bumi di kawasan Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur yang dilakukan secara tradisional oleh masyarakat sekitar disinyalir tidak mengikuti kaidah Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lindung Lingkungan (K3LH) serta mengakibatkan pencemaran lingkungan karena tumpahan minyak bumi (crude) pada permukaan tanah dan perairan. Universitas Pertamina (UP)  bekerja sama dengan PT Pertamina Asset 4 Field Cepu melakukan kajian terkait lahan terkontaminasi dan dampak kontaminasi lingkungan dari Sumur Tua Wonocolo.

Kegiatan penelitian sekaligus pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sejak Desember 2017 hingga Mei 2018 oleh Dr.Eng. Ari Rahman selaku ketua tim peneliti, Evi Siti Sofiyah, Ph.D. selaku  Tenaga Ahli Teknik Lingkungan, Betanti Ridhosari, M.T. selaku Asisten Tenaga Ahli Teknik Lingkungan, Wegik Dwi Prasetyo, M.Sc selaku Tenaga Ahli Teknik Kimia, Epo Prasetya Kusumah, M.Sc selaku Tenaga Ahli Teknik Geologi, dan Alfa Cinor Kaban, S.T selaku Asisten Tenaga Ahli Teknik Geologi. Adapun penelitian ini fokus pada kajian mengenai faktor pengelolaan lingkungan akibat kegiatan penambangan yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat telah menimbulkan pencemaran yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Hasil kajian ini nantinya akan dapat dipergunakan oleh PT Pertamina Asset 4 Field Cepu untuk menyusun kebijakan rencana pemulihan lahan terkontaminasi serta pengendalian tata cara kelola Sumur Tua Wonocolo. Kajian lahan terkontaminasi dan dampak kontaminasi lingkungan dari Sumur Tua Wonocolo bertujuan untuk:

  1. Melakukan studi pencemaran lingkungan akibat kegiatan pengolahan minyak bumi
    tradisional Wonocolo sesuai arahan dari Direktorat Pemulihan Kontaminasi dan
    Tanggap Darurat Limbah Bahan Berbahaya & Beracun (B3), Kementrian Lingkungan
    Hidup dan Kehutanan.

  2. Memberikan rekomendasi terkait dengan pengelolaan sumur–sumur tua dalam rangka untuk mencegah pencemaran lingkungan, khususnya pencemaran tanah akibat kegiatan sumur-sumur tua aktif Wonocolo.

  3. Memberikan rekomendasi terkait dengan pengelolaan tanah terkontaminasi tumpahan minyak bumi ataupun limbah pengolahan minyak bumi secara tradisional.

Berdasarkan onsite survey oleh tim peneliti, analisis sampel tanah di laboratorium menunjukan bahwa tingkat pencemaran minyak bumi telah melebihi  baku mutu pemerintah dengan nilai Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) lebih dari 10.000 mg/kg dan dengan total area tanah yang tercemar minyak bumi seluas 70,6 Ha atau sekitar 58,37% dari total area penambangan di Desa Wonocolo. Adapun rekomendasi pengelolaan Sumur Tua Wonocolo untuk meminimalisasi pencemaran lingkungan ialah dengan menjadikan lahan Wonocolo menjadi tempat wisata National Geoheritage for Oil History atau geopark. Kemudian, rekomendasi pengelolaan tanah tercemar terkontaminasi minyak ialah dengan melakukan pengolahan limbah B3 dengan cara termal, stabilisasi, dan solidifikasi sesuai perkembangan teknologi. (VSA)

Foto tanah tercemar di Desa Wonocolo
Foto tanah tercemar di Desa Wonocolo (2)
Full tim member penelitian Desa Wonocolo