Press Release – Kerjasama Kajian Antara BPPK Kemlu RI dengan Universitas Pertamina

JAKARTA- Pada hari Senin, 3 September 2018,  Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Inovasi Universitas Pertamina (LPPMI UP) melakukan kunjungan ke kantor Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan  Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (BPPK Kemlu). Agenda kunjungan ini adalah untuk memaparkan hasil inception report terkait perumusan kebijakan diplomasi komersil Biodiesel dan Minyak Kelapa Sawit Indonesia. Diketahui tim kajian LPPMI UP terdiri dari  Dr. Ian Montratama, MEB, M.Si. (Han.),  Iqbal Ramadhan, M.I.Pol, Faddy Ardian P.hD,  Ariscyanatha Putra Ingpraja (Mahasiswa HI), Muhammad Naufal Musri (Mahasiswa HI), Rahmadha Akbar Syah (Mahasiswa HI), Amrullah Fadli (Mahasiswa HI), dan Fikri Brillianti (Mahasiswa Ilmu Ekonomi).

Kerjasama antara Kemlu dan Universitas Pertamina adalah yang pertama kali dilakukan, tepatnya dimulai pada bulan Mei 2018.  Kerjasama ini dilakukan sebagai respon Indonesia atas larangan impor biodiesel berbahan baku minyak kelapa sawit yang dicanangkan Parlemen Uni Eropa pada tahun 2021 mendatang. Diketahui kebijakan tersebut tertuang dalam Renewable Energy Directive (RED) yang disusun pada tanggal 17 Januari 2018. Aturan ini dicanangkan karena Indonesia dituduh menyalahi aturan terkait fair trade dan mengesampingkan aspek-aspek lingkungan dalam menjalankan industri Biodiesel dan Minyak Kelapa Sawit. Tentu saja hal ini menjadi masalah serius karena industri perkebunan kelapa sawit Indonesia merupakan sumber penghidupan bagi sekitar 17 ribu masyarakat Indonesia. Terkait hal tersebut, maka dibutuhkan kajian terkait strategi diplomasi komersil untuk mengatasi larangan impor tersebut.

Pada kajian ini, tim peneliti dari Universitas Pertamina menggunakan metode penelitian kualitatif yang didasarkan pada studi kasus di berbagai negara yang menggunakan minyak kelapa sawit. Terdapat beberapa aktivitas yang dilakukan peneliti, meliputi: kajian literatur, wawancara dengan para pakar kelapa sawit Indonesia, wawancara dengan perwakilan berbagai negara importir minyak kelapa sawit, dan aktivitas lainnya yang mendukung kajian. Hasil kajian ini nantinya akan digunakan oleh Kementrian Luar Negeri untuk melakukan aktivitas diplomasi terhadap pasar-pasar ekspor Biodiesel dan Minyak Kelapa Sawit Indonesia.

 

Informasi Lebih Lanjut:

Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Inovasi

Universitas Pertamina

Jl. Teuku Nyak Arief, Simprug, Kebayoran Lama

Jakarta Selatan 12220, Telp +6221 29044308

www.universitaspertamina.ac.id