Seismik Pasif untuk Pencitraan Reservoir Karbonat di bawah Zona Karst dan Vulkanik

Agus Abdullah, PhD

Dr. Ida Herawaty

Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina

Penelitian ini dilakukan untuk memberikan solusi bagi permasalahan eksplorasi minyak dan gas bumi di Indonesia, khususnya eksplorasi pada daerah kompleks seperti di bawah zona karst dan zona di bawah gunung api (sub-volcanic). Pemodelan ke depan (forward modeling) dan ke belakang (inverse modeling) dilakukan untuk menguji metode yang dikembangkan di lingkungan Universitas Pertamina, diantaranya grid tak beraturan (Delaunay Triangulation) yang dinilai cukup sesuai untuk mengakomodasi topografi dan kondisi bawah permukaan yang kompleks. Pemodelan fisis skala laboratorium diterapkan pada model sub-karst. Pengukuran waktu tempuh gelombang P dan S dilakukan, selanjutnya dilakukan inversi untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan yang diwakili oleh citra kecepatan gelombang P dan S.

Gambar di atas menunjukkan model logo Universitas Pertamina dengan warna mencerminkan kecepatan gelombang seismik (a). Model grid Delaunay Triangulation terlihat cukup adaftif terhadap dimensi dan kompleksitas logo tersebut. Sumber gelombang berwarna merah dan penerima gelombang berwarna biru, ribuan ‘sinar’ gelombang seismik diinjeksikan (b), berdasakan informasi panjang jejak sinar seismik pada setiap sel dan waktu tempuh gelombang dilakukan invesi sehingga diperoleh citra logo Universitas Pertamina(c)

 

Gambar di atas menunjukkan model reservoar karbonat di bawah lapisan karst(a). Penelusuran jejak sinar seismik dengan menggunakan Fast Marching Method [J.A. Sethian, 1999] dilakukan pada model awal (b). Citra reservoir karbonat di bawah lapisan karst yang direkonstruksi(c)