Universitas Pertamina Bantu Studi Pengelolaan Limbah Terpadu Kota Tasikmalaya

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, Universitas Pertamina tak hanya mendidik mahasiswa saja. Universitas Pertamina juga menjalankan ketiga fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni, fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Sejak 30 Mei 2018 yang lalu, Universitas Pertamina bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya telah menandatangani Memorandum Of Understanding (MOU) perihal kerjasama antara kedua pihak. Universitas Pertamina menunjukkan pengabdian masyarakat melalui proyek pengelolaan limbah terpadu di Kota Santri tersebut yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya dan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil & Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya.  Proyek ini dicanangkan akan berjalan selama satu tahun dan akan ada tindakan lanjutan setelah proyek tersebut selesai.

 

Studi pengelolaan limbah tersebut meliputi tiga hal, yaitu pembuatan prototype alat sederhana pengolah limbah batik industri rumahan, pengolah sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi sumber energi, dan pengembangan sistem pengelolaan sampah perkotaan dengan menggunakan konsep Waste FUN System. Waste FUN System akan dicapai melalui tiga aspek, yaitu Funding bertujuan untuk memberi keuntungan kepada masyarakat, Utilization bertujuan untuk pemaksimalan teknologi bagi masyarakat, & Nurture bertujuan untuk memberi edukasi pengolahan sampah kepada masyarakat Kota Tasikmalaya.

 

Pengerjaan proyek tersebut akan melibatkan lima program studi di Universitas Pertamina, yakni Program Studi Teknik Kimia, Program Studi Kimia, Program Studi Teknik Lingkungan, Program Studi Teknik Logistik, dan Program Studi Teknik Elektro. Kegiatan ini pun akan melibatkan dosen dan mahasiswa dalam proses pengerjaannya. Ayu Dahliyanti, M.Eng, salah satu dosen Teknik Kimia yang ikut menggarap proyek ini menjelaskan bahwa kegiatan kerjasama Universitas Pertamina bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya akan berdampak positif terhadap kondisi sosial – ekonomi masyarakat Kota Tasikmalaya.

 

“Dampak yang kami harapkan adanya kegiatan studi pengelolaan sampah di Kota Tasikmalaya yaitu, meningkatnya kesadaran masyarakat Kota Tasikmalaya akan adanya sistem pengurangan sampah, pengurangan pencemaran lingkungan akibat limbah hasil industri batik rumahan di Kota Tasikmalaya, dan terakhir yakni mengurangi jumlah sampah yang ditimbun sampah di TPA Kota Tasikmalaya. Kami melihat bahwa satu – satunya TPA yang ada di Kota Tasikmalaya sudah hampir penuh maka kegiatan ini penting untuk segera dilaksanakan agar dapat mengatasi permasalahan tersebut.” ungkap Ayu.

 

Kegiatan studi pengolahan limbah ini pun dapat menjadi ajang bagi mahasiswa dan dosen Universitas Pertamina untuk menunjukkan tanggung jawab sosial terhadap bidang ilmunya masing – masing. Tak hanya itu, mahasiswa juga dapat melatih pengaplikasian ilmu, pengalaman organisasi, dan kemampuan di bidang riset. (AHP)