Utilization of Advanced Wireless Communication on Decision Making Strategy to Improve Safety Performance and Productivity in Oil and Gas Industries

Jakarta – Keselamatan pekerja sangatlah penting bagi industri Oil and Gas (O&G) dalam rangka menjaga produktivitas dan menghindari bertambahnya beban pengeluaran perusahaan. Hal tersebut melatarbelakangi Universitas Pertamina (UP) untuk mengadakan penelitian bersama Universiti Teknologi Petronas (UTP) dalam mengembangkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan keselamatan dan produktivitas pekerja di industri O&G. Penelitian yang dilaksanakan sejak April 2018 hingga Maret 2019 ini diajukan oleh Ade Irawan, Ph.D, Ariana Yunita, M.I.T., MBA, dan Dr. Eng. Wahyu Kunto Wibowo.

Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa perangkat IoT untuk melacak posisi dan memonitor kesehatan pekerja yang perangkat kerasnya didesain dan direalisasikan oleh tim peneliti UTP dan sistem komunikasi nirkabelnya dikembangkan oleh tim peneliti UP. Sistem komunikasi ini sangat penting dalam mengirim data posisi dan kesehatan pekerja dari sensor menuju cloud dan data center secara handal. “Tim peneliti UP fokus ke sistem komunikasi wireless dan pemrosesan big data dalam cloud untuk strategi pengambilan keputusan, sedangkan tim peneliti UTP fokus ke pengembangan cloud platform dan sistem monitoring berupa hardware”,  tutur Ade Irawan selaku ketua tim peneliti dari UP. Menurut Ade, proses komunikasi data nirkabel tidak terlepas dari gangguan di kanal komunikasi seperti interferensi dengan sinyal komunikasi lain dan pelemahan sinyal, serta gangguan di perangkat berupa noise. Hal ini dapat menyebabkan data yang diterima receiver rusak. Terlebih lagi, perangkat IoT memiliki batasan dalam konsumsi daya, yaitu berdaya rendah, sehingga tidak dapat melakukan komputasi yang berat yang memerlukan daya yang besar. Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti UP mengusulkan teknik pengkodingan terkini di layer fisik (physical layer) dan pengkodingan jaringan (network coding). Pengkodingan di layer fisik berupa source coding untuk kompresi data sehingga dapat mengurangi total daya transmisi yang dibutuhkan dalam penyampaian informasi, dan channel coding untuk mengoreksi data yang rusak akibat efek kanal dan noise. Pengkodingan jaringan berfungsi mengoptimalkan efektivitas transmisi data dalam suatu jaringan dengan cara mengirimkan komposit dari dua atau lebih informasi dari terminal yang berbeda, dalam satu kali transmisi.

Saat tulisan ini dibuat, penelitian yang dilakukan oleh tim UP masih dalam tahap pemodelan matematika dan simulasi. Pada akhirnya, penelitian ini menargetkan terbentuknya Precision Personal Position and Health Monitoring System (P3HMS) untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, dan produktivitas pekerja pada industri O&G. (VSA)